SMAN 1 MANYAR GRESIK BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN SERENTAK SIKAP, JATIM RAIH REKOR MURI

SMAN 1 MANYAR GRESIK BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN SERENTAK SIKAP, JATIM RAIH REKOR MURI

GRESIK, 25 Januari 2026 – SMA Negeri 1 Manyar Kabupaten Gresik turut meramaikan ajang menanam dan menabur benih serentak Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang digelar secara hybrid oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan yang diikuti secara daring oleh sekolah ini turut berpartidipasi pada pencatatan Rekor MURI sebagai "Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di Satuan Pendidikan" se-Jawa Timur.

Dalam pelaksanaannya di lingkungan SMAN 1 Manyar, acara dihadiri oleh 250 peserta dari berbagai jurusan. Dukungan cuaca yang cerah menjadi nilai tambah, membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Secara terpusat, acara dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di SMKN 1 Ploso Klaten, Kabupaten Kediri, dilanjutkan dengan pertemuan daring yang menghubungkan ratusan sekolah dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

"Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari gerakan besar ini," ujar Kepala SMA Negeri 1 Manyar, Ainul Rofiq, S.Pd.,M.Pd. Menurutnya, program SIKAP selaras dengan visi sekolah untuk memberikan pembelajaran nyata kepada siswa. "Bukan hanya sekadar menanam atau menabur, tetapi juga mengajarkan nilai kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap kebutuhan pangan bangsa," tambahnya.

Di lokasi SMAN 1 Manyar,  peserta melakukan berbagai aktivitas sesuai dengan konsep SIKAP, seperti menanam bibit sayuran lokal di lahan sekolah yang telah disiapkan dan menabur benih tanaman pangan pada petak pembelajaran. Seluruh proses dokumentasikan dengan baik sebagai bentuk akuntabilitas dan bukti partisipasi dalam pencatatan rekor MURI.

Program SIKAP sendiri bertujuan untuk mengoptimalkan lahan kosong di sekolah menjadi media pembelajaran produktif yang juga memiliki nilai ekonomi. program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan hingga ke tingkat pendidikan.

Siswa yang berpartisipasi juga menyampaikan antusiasmenya. "Kegiatan ini sangat menarik karena kita bisa melihat langsung bagaimana tanaman tumbuh dan nantinya bisa kita panen sendiri," ungkap salah satu siswa kelas XI IPA. Guru pendamping juga menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan di sekolah.

 

SMA Negeri 1 Manyar telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pemerintah. Dengan moto "Born to be Champion", sekolah ini terus berinovasi untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Acara penutupan kegiatan di sekolah diisi dengan perwakilan foto bersama, dan harapan semangat SIKAP dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.


#Kegiatan
SHARE :
LINK TERKAIT